Senin, 16 Maret 2015

THE HISTORICAL ALL ENGLAND 2015 TURNAMENT

Review oleh : Arif Defri Gozaini

Setelah selesainya turnamen German Open GPG 2015, pasukan Indonesia harus mengawali perjuangannya kembali di turnamen tertua yang bersejarah yaitu YONEX All England. Pada All England tahun 2015 ini, Indonesia memboyong sekitar 24 pemain dari pelatnas dan non pelatnas. Sekitar 10 pemain harus mengawali perjuangannya dari babak kualifikasi.

# QUALIFICATION : Debut Para Pasangan Baru
Di tunggal putra, Dionysius Hayom Rumbaka yang menempati unggulan 1 kualifikasi berhasil mengalahkan pemain asal malaysia Mohamad Arif Abdul Latif, 21-15 21-19 selama 0:35 menit. Di final kualifikasi Hayom dapat memenangi laga melawan rekan senegaranya yaitu Simon Santoso dengan skor 21-14 21-17 selama 0:38 menit. Di tunggal putri ada Bellaetrik Manuputy yang harus bermain rubber dengan Kati Tolmoff dari Estonia 21-9 15-21 21-14 dalam 0:42 menit. Sama halnya dengan tunggal putra, Bella harus berhadapan dengan rekan senegaranya di babak final kualifikasi yaitu Millicent Wiranto. Dalam durasi 25 menit Bella berhasil memenangi perang saudara dengan skor 21-11 21-17.


Pasangan ganda baru Indonesia yang berhasil lolos ke babak final kualifikasi adalah Markis kido/Agripinna Prima, Kevin Sanjaya Sukamuljo/ Greysia Polii, dan Gideon Markus Fernaldi/ Nitya Krishinda Maheswari. Sedangkan Agripinna Prima/ Rizky Amelia Pradipta harus tumbang dari unggulan 4 kualifikasi, Ivan Sozonov/ Ekaterina Bolotova dari Rusia.

Di final kualifikasi, terdapat 2 pasangan ganda putri Indonesia yang langsung dapat melakoni laganya yaitu Dian Fitriani/ Nadya Melati [1] dan Ganda putri muda pelatnas Suci Rizky Andini/ Maretha Dea Giovani [4]. Dian/ Nadya berhasil melaju ke babak utama setelah mengandaskan Ganda Denmark, Maiken Fruergaard/ Sara Thygesen dengan 21-15 16-21 21-19 selama 0:56 menit. Sama halnya dengan mereka berdua, pasangan Suci / Maretha juga berhasil melangkah ke babak utama setelah kembali mengalahkan Ganda Inggris, Heather Olver/ Laurent Smith dengan rubber game 21-17 9-21 21-13 0: 54 menit. Sedangkan pasangan Ganda campuran Kevin Sanjaya Sukamuljo/ Greysia Polii berhasil merebut tiket Round 1 dari pasangan Rusia, Ivan Sozonov/ Ekaterina Bolotova [4] dengan 2 set langsung 21-18 21-12 selama 0:22 menit. Keberhasilan Greysia Polii di ganda campuran ternyata tidak bisa diikuti oleh pasangannya di Ganda Putri, Nitya Krishinda Maheswari. Gideon/ Nitya harus berhenti setelah dikalahkan Mathias Christiansen/ Lena Grebak [3] [DEN], 21-18 21-12 0:22 menit. Di Ganda putra, Markis kido/Agripinna Prima hanya butuh waktu 19 menit saja untuk merebut tiket R1 dari pasangan India, D. Guru Prasad/ Venkatesh Prasad 21-9 21-11. Dengan begitu Indonesia meloloskan 6 pemain di Ganda dan Tunggal ke babak utama.

# ROUND 1 : Praveen/ Debby menepati janjinya
Pada Round 1, wakil Indonesia di sektor Tunggal hanyalah Dionysius Hayom Rumbaka yang mampu meneruskan perjalanannya ke R2. Hal tersebut terjadi setelah wakil tunggal putra Indonesia lainnya, Tommy Sugiarto ditekuk olehnya dengan skor kembar 21-12 21-12 selama 0:32. Hal yang mengecewakan juga datang dari sektor Tunggal Putri, dimana kedua Tunggal Putri Indonesia harus gugur oleh lawan-lawannya. Saina Nehwal memang masih tangguh untuk Bellatrik Manuputy. Bella menyerah dalam waktu 38 menit dan hanya mendapat 8 poin di set 1 dan 10 poin di set 2. Sedangkan Lindaweni Fanetri menyerah dari tunggal Thailand, Porntip Buranaprasertsuk 21-16 21-11 0: 36 menit.
Dengan begitu, Indonesia tanpa wakil di sektor Women’s Single pada R2.

Di sektor MD dan XD Indonesia diwakili masing-masing 6 wakil. Dari 6 wakil XD, Indonesia berhasil mengirimkan 3 wakilnya ke R2. Unggulan 8 asal Indonesia, Riky Widianto/ Richi Puspita Dili belum dapat memenuhi ekspektasi karena harus kandas dari Pasangan Kenichi Hayakawa/ Misaki Matsutomo dari Jepang dengan straight game 21-19 21-13 0:39 menit. Pil kekalahan juga harus dirasakan oleh Pasangan Edi Subktiar/ Gloria Emanuelle Widjaya yang kalah dari pasangan muda korea Choi Sol Kyu/ Yoo Jung Chae dan Pasangan bersaudara Markis Kido/ Pia Zebadiah Bernadeth yang menyerah dari unggulan 6 inggris, Chris Adcock/ Gabrielle Adcock. Juara bertahan sektor XD, Tontowi Ahmad/ Liliyana Natsir yang menempati unggulan ke-4 belum mengalami kesulitan dengan menumbangkan 2 set langsung dari pasangan duo Magee, Sam Magee/ Chloe Magee asal Irlandia. Pemain dari kualifikasi, Kevin/ Greysia pun juga ikut melenggang ke Round 2. Hasil yang sangat gemilang dapat dituai oleh Praveen Jordan/ Debby Susanto yang secara mengejutkan menumbangkan unggulan ke-3 asal China, Xu Chen/ Ma Jin tanpa rubber dengar skor 21-15 21-14 selama 0:40 menit. Hal ini merupakan trend positif dari Praveen/ Debby mengingat Xu/ Ma adalah  salah satu lawan yang tangguh dan susah untuk dikalahkan. Mereka menepati janji mereka untuk memperoleh kemenangan dari pasangan Tiongkok tersebut. Mereka dan pelatih memang menerapkan strategi khusus yang telah dirancang sebelumnya dan tidak lupa untuk berlatih dengan keras, juga mempelajari video pertandingan Xu Chen/ Ma Jin tersebut.

Pencapaian sektor MD di R1 lebih baik dari semua sektor sebab dari 6 wakil yang ada berhasil meloloskan 4 wakil ke babak selanjutnya. Dua wakil yang kalah berasal dari pasangan Ade Yusuf/ Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira dan Markis Kido/ Agripinna Prima. Juara bertahan sektor MD, Mohammad Ahsan/ Hendra Setiawan berhasil mengatasi pasangan Inggris, Andrew Ellis/ Peter Milis dengan 21-9 21-17 0:39 menit. Kemenangan yang sama juga dipetik oleh pasangan Non PELATNAS, Andrei Adistia/ Hendra Aprida yang berhasil memulangkan pasangan Junior Senior asal korea Sol Kyu Choi/ Ko Sung Hyun dengan skor ketat 22-20 19-21 21-15 dalam durasi 54 menit. Pasangan Senior Junior asal China, Cai Yun/ Lu Kai juga berhasil dibabat Angga Pratama/ Ricky Karanda Suwardi lewat pertandingan rubber game 18-21 21-17 21-14 0:57 menit. Kabar menggembirakan juga dituai oleh pasangan muda pelatnas yang baru dipasangkan Gideon Markus Fernaldi/ Kevin Sanjaya Sukamuljo yang berhasil menang atas Max Schwenger/ Josche Zurwonne [GER] 21-16 21-17 0:32 menit. Di sektor ganda putri, hanya satu wakil yang berhasil melenggang ke R2 yaitu Greysia Polii/ Nitya Krishinda Maheswari. Tiga ganda lainnya harus pulang lebih awal yaitu Dian Fitriani/ Nadya Melati, Suci Rizky Andini/ Maretha Dea Giovani dan Pia Zebadiah Bernadeth/ Rizky Amelia Praadipta.

HEROIK LAGA’S IN ROUND 1 :
-          Mads Conrats/ Mads Pieler Kolding [DEN] beat Lee Yong Dae/ Yoo Yeon Seong [1/KOR] : 21-16 21-19
-          Praveen Jordan/ Debby Susanto [INA] beat Xu Chen/ Ma Jin [3/CHN] : 21-15 21-14 0:40
-          Tang Jinhua/ Zhong Qianxin [CHN] beat Misaki Matsutomo/ Ayaka Takahashi [2/JPN] : 21-14 21-18
-          Kento Momota [JPN] beat K. Srikanth [4/IND] : 21-18 12-21 21-15
-          Karin Schanse [GER] beat Liu Xin [CHN] : 21-17 22-20
-          Manu Atrri/ B.Summeth Reddy [IND] beat Chai Biao/ Hong Wei [7/CHN] : 9-21 21-17 21-17 0:57


# ROUND 2 : Tumbangnya Juara Bertahan
Sektor Ganda Putra yang mengirimkan wakil terbanyak untuk Indonesia ke R2 hampir saja kehilangan wakil di sektor ini di Perempat Final. Untung saja Gideon Markus Fernaldi/ Kevin Sanjaya Sukamuljo masih bisa menjaga asa Indonesia di babak selanjutnya. Mereka mengandaskan perlawanan dari pasanangan India Manu Attri/ B. Sumeeth Reddy dengan 21-13 19-21 21-15 dalam 44 menit. Bahkan juara bertahan sektor MD tahun lalu, Mohammad Ahsan/ Hendra Setiawan secara mengejutkan harus tumbang dari pasangan Tiongkok, Fu Haifeng/ Zhang Nan lewat pertarungan sengit 21-16 19-21 21-18 0:49 menit. Pasangan Andrei/ Hendra dan Angga/ Ricky harus rela senasib dengan Ahsan/ Hendra.
Berbanding terbalik dengan sektor MD, di sektor XD hanya Kevin/ Greysia yang kalah dari duo Adcock yang nantinya akan menjadi lawan Ahmad/ Natsir di QF. Praveen/ Debby dan Ahmad/ Natsir masih dapat bertahan dan melanjutkan perjuangannya.

Di ganda putri, Greysia/ Nitya berhasil revans dengan Yoo Jung Chae setelah di beberapa turnamen sebelumnya selalu kalah dengan junior korea ini. Uniknya ketiga kekalahan yang diderita Greysia/ Nitya tersebut terjadi ketika Yoo Jung Chae berpasangan dengan partner yang berbeda. Untung saja, di turnamen besar ini Greysia/ Nitya berhasil menang 21-17 21-19 atas Yoo Jung Chae/ Kim So Yeong. Wakil Tunggal satu-satunya juga harus tumbang dengan hasil Sho Sasaki [Japan] versus Dionysius Hayom Rumbaka [Indonesia] 18-21 21-14 21-18.

HEROIK LAGA’S IN ROUND 2:
-          Sun Yu [CHN] beat Li Xuerui [1/CHN] : 21-13 21-13 0: 35
-          Takeshi Kamura/ Keigo Sonoda [JPN] beat Kim Gi Jung/ Kim Sa Rang [6/KOR] : 21-14 21-19 0:40
-          Fu Haifeng/ Zhang Nan [CHN] beat Mohammad Ahsan/ Hendra Setiawan [4/INA] : 21-16 19-21 21-18 0: 49

# QUARTELFINAL : Dua Ganda Campuran Indonesia menanti lawan di SF
Empat Wakil Indonesia di babak ini harus bekerja keras untuk memulangkan wakil negara lain sebab lawan yang dihadapi juga semakin sulit. Dua diantara mereka harus melawan juara German Open sektor MD dan XD yang baru saja selesai digelar pada 8 Maret 2015 lalu. Sedangkan dua lainnya harus dihadapkan dengan pasangan ganda putri Tiongkok yang di R1 kemarin telah mengalahkan unggulan 2 Misaki Matsutomo/ Ayaka Takahashi dan satu XD harus melawan ganda Tuan Rumah yang menempati unggulan 6.

Pertandingan pertama untuk wakil Indonesia dimulai. Praveen/ Debby yang bermain apik di turnamen ini harus melawan Mads Pieler Kolding/ Kamila Rytter Juhl dari Denmark. Praveen/ Debby memang masih kalah tipis dari segi Head To Head yaitu 0:1. Tapi semua bisa saja terjadi mengingat track record mereka di turnamen ini cukup baik. Ternyata semua itu benar. Praveen/ Debby memenangkan laga panas tersebut dengan rubber game 20-22 21-19 21-14 selama 1 jam lebih 2 menit.

Pertandingan yang sangat sengit juga dipertunjukkan oleh peraih Hattrick gelar All England, Tontowi Ahmad/ Liliyana Natsir. Mereka harus merasakan perlawanan yang sangat kuat dari Chris Adcock/ Gabrielle Adcock dan sekaligus tekanan dari supporter tuan rumah. Untungnya keneruntungan masih berpihak pada Indonesia yang berhasil menmpatkan wakil kedua di Semifinal dengan skor laga 14-21 21-18 19-21 dalam 64 menit. Sayangnya, keberuntungan Indonesia hanya sampai di situ saja sebab Kevin/ Gideon dan Greysia/ Nitya harus gugur di babak ini.

HEROIK LAGA’S IN QF:
-          Tai Tzu Ying [7/TPE] vs Wang Shixian [2/CHN] : 21-18 9-21 21-19

# SEMIFINAL : Sensasi Praveen/ Debby berakhir
Lawan Praveen/ Debby di babak ini adalah unggulan 1 asal Tiongkok yang menjadi Runner Up tahun lalu setelah dikalahkan oleh Tontowi Ahmad/ Liliyana Natsir, Zhang Nan/ Zhao Yunlei. Sayangnya kejutan dari Praveen/ Debby belum bisa dihadirkan di babak Semifinal ini. Mereka kalah straight game 21-15 21-10 0:40 menit. Sedangkan Owi/ Butet (sebutan bagi Ahmad/ Natsir) berhasil menjadi satu-satunya wakil Indonesia di Final dengan menumbangkan musuh bebuyutan mereka Joachim Fisher Nielsen/ Christinna Pedersen dengan skor 21-17 21-11 selama 0:43. Dalam pertandingan ini Owi/ Butet tampil apik dengan selalu menjaga ritme pertandingan dan menjaga rentang poin yang didapat.

# FINAL : Carolina Makes History for Spanyol
Tunggal
putra
  - Chen Lon
g [1/CHN] vs Jan Jorgensen [2/DEN] 25-21, 21-17, 21-15

Tunggal putri

  - Carolina Marin
[6/SPN] vs Saina Nehwal [3/IND] 16-21, 21-14, 21-7

Ganda putri

  - Bao Yixin/Tang Yuanting
[8/CHN] vs Wang Xiaoli/Yu Yang [5/CHN] 21-14, 21-14

Ganda campuran

  -  Zhang Nan/Zhao Yunlei
[1/CHN] vs Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir [4/INA] 21-10, 21-10

Ganda putra
Mathias Boe/Carsten Mogensen
[2/DEN] vs Fu Haifeng/Zhang Nan [CHN] 21-17, 22-20

# PENCAPAIAN TERBAIK PEMAIN INDONESIA :
Tunggal putra – R2
Dionysius Hayom Rumbaka
Tunggal putri - R1
Bellaetrik Manuputy
Lindaweni Fanetri ­
Ganda putri - QF
Greysia Polii/ Nitya Krishinda Maheswari
Ganda campuran – Runner Up
Tontowi Ahmad/ Liliyana Natsir
Ganda putra - QF
Kevin Sanjaya Sukamuljo/ Gideon Markus  Fernaldi

# ON FIRE PLAYER :
Carolina Marin
Praveen Jordan/ Debby Susanto







Tidak ada komentar:

Posting Komentar